Tuesday, September 10, 2013

Di Gunung Berapi ini Ada Oasis


Oasis di tengah gurun pasir sudah biasa, tapi kalau di tengah kawah gunung baru luar biasa. Letaknya berada di tengah Waw Al Kabir dan Al Kufrah. Lebar kawasan hijau ini sekitar 4 km dengan dikelilingi 10-20 km padang debu hitam bekas letusan yang sudah terjadi ratusan tahun lalu.
 

Di dalam kawah ini, ada 3 danau air asin yang dikelilingi dengan pepohonan nan hijau. Sungguh cantik dipandang mata. Nama Waw an Namus sendiri berarti Oasis Nyamuk, karena banyak sekali nyamuk di dekat danau.

Oasis ini mulai dikenal dunia setelah dikisahkan oleh Karl Moritz von Beurmann (1862) dan Gerard Rohlfs (1881). Setelah itu, makin banyak orang yang kebetulan melewati, atau sengaja datang ke sana. Jika kondisi politik di Libya sudah kembali normal, pasti banyak wisatawan yang datang ke oasis ini.
 

Selain hanya berkunjung dengan menggunakan unta, atau kendaraan bermotor, ada juga turis yang bermalam di sana. Jika ingin bermalam, Anda harus membawa anti nyamuk dan pakaian tidur yang tertutup karena di sana terkenal sekali sebagai kerajaan nyamuk.

Monday, July 29, 2013


Ekor Dinosaurus Berusia 72 Juta Tahun Ditemukan di Meksiko 

Tim arkeolog menemukan fosil ekor dinosaurus yang diperkirakan berumur 72 juta tahun di wilayah gurun utara Meksiko. Fosil ekor sepanjang lima meter yang masih cukup terawat itu merupakan yang pertama kali ditemukan di Meksiko.
Direktur Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Meksiko (Instituto Nacional de Antropología e Historia/INAH),
Francisco Aguilar mengatakan, tim terdiri atas arkeolog serta mahasiswa INAH dan National Autonomous University of Mexico (UNAM).
Mereka mengidentifikasi fosil tersebut sebagai hadrosaurus, jenis dinosaurus yang berdiri seperti bebek. Ekor yang ditemukan di dekat sebuah kota kecil dekat General Cepeda itu sepertinya merupakan setengah dari seluruh ukuran tubuh dinosaurus yang dimaksud.
Para arkeolog menemukan 50 ruas tulang ekor tersebut dalam keadaan utuh setelah menghabiskan 20 hari di padang pasir. Mereka perlahan mengangkat lapisan batuan sedimen yang menutupi tulang-tulang dinosaurus itu.
Menurut INAH, tulang belulang lain berserakan di sekitar fosil tulang ekor yang mereka temukan. Termasuk salah satu tulang pinggang dinosaurus itu. Penemuan terbaru itu dapat menambah pengetahuan tentang keluarga hadrosaurus dan riset terhadap penyakit yang menyerang tulang dinosaurus yang juga ada pada manusia.
Para ilmuwan telah mengetahui, dinosaurus juga bisa terjangkit tumor dan atritis. Fosil dinosaurus telah banyak ditemukan di negara bagian Coahuila serta sejumlah wilayah padang pasir lainnya di utara Meksiko. "Kami punya sejarah paleontologi yang kaya," kata Aguilar.
Keberadaan fosil itu pertama kali ditemukan warga setempat dan dilaporkan ke INAH pada Juni tahun lalu. Penggalian dimulai awal bulan ini. Fosil ekor dinosaurus itu selanjutnya akan dibawa ke General Cepeda untuk penelitian lebih lanjut.

Friday, July 12, 2013

Gunung warna-warni seperti pelangi ini terbentang di wilayah barat daya dan tenggara Cina. Lanskap menakjubkan ini disebut Gunung Danxia, hasil fenomena geologi yang diperkirakan mulai terbentuk sejak 24 juta tahun lalu - zaman Cretaceous.

Warna-warni di Danxia kini menjadi hit di jagat maya, setiap posting dari orang yang pernah berkunjung ke tempat ini dianggap hoax. Memang cukup sulit percaya melihat alam yang bisa seindah ini, seolah-olah lukisan impresionis Sang Pencipta.  Ah, kita nikmati saja foto-foto berikut.

 








Thursday, July 11, 2013

10 Tempat Di Dunia Yang Mengerikan

Bumi adalah tempat yang misterius. Bagaimana tidak, di seluruh semesta ini ada begitu banyak lokasi-lokasi yang tak pernah dipikirkan oleh manusia itu ada tapi rupanya nyata.
Ya, dengan luas pemandangan terbujur jutaan kilometer, tak heran jika begitu banyak lokasi-lokasi di bumi ini yang dianggap begitu indah. Namun hal itu tak memungkiri jika ada lokasi yang menjadi mimpi buruk lantaran begitu mengerikan.

Seperti apa maksud dari mengerikan itu? Itu karena pemandangan yang ada di sana aneh. Tapi percayalah, tempat-tempat seperti itu memang ada di dunia ini. Seperti apa pemandangannya? Intip berikut ini.
 
1. Truk Laguna
Truk Laguna
Laguna Truk (Truk Lagoon) berlokasi di lepas pantai Mikronesia yang berada di bawah perairan tropis. Lokasi ini adalah salah satu kuburan kapal terbesar di dunia. Bahkan saat Perang Dunia II, Jepang memilih Truk Lagoon sebagai salah satu markas di kawasan Pasifik Selatan. Namun kini, perairan ini menjadi menakutkan lantaran adanya ratusan bangkai kapal di dalamnya. Dengan posisi laguna yang dikelilingi bukit karang, bangkai-bangkai kapal di sini bahkan masih utuh (termasuk dengan kerangka manusia) yang harus didatangi penggemar lokasi angker.
2. Gerbang Neraka
Gerbang Neraka
Derweze adalah desa kecil di utara Turkmenistan. Berlokasi di tengah gurun dengan hanya berisi 350 orang, cukup membuat Derweze tak menarik jadi tempat populer. Namun tahukan kamu, di tempat itulah Gerbang Neraka (lubang dengan kedalaman 70 meter yang telah terbakar lebih dari 40 tahun) berada. Lagipula, memang siapa yang mau masuk ke dalam lubang mengerikan ini? Tapi percayalah, lokasi ini nyata!
3. The Afar Depression
The Afar Depression
Bayangkan, jika bumi yang kamu pijak ini sebetulnya bergerak, maka sepertinya akan ada jurang yang tiba-tiba muncul. Dan itu yang terjadi di Afar Depression yang terletak di Afrika Timur ini. Afar Depression adalah salah satu dari dua tempat di bumi ini di mana dua lempeng tektonik bertemu dan menjadi lokasi geologis paling aktif di dunia. Area ini sebetulnya adalah rumah bagi salah satu danau lava terbesar di dunia yang tentunya penuh api panas dan mengerikan untuk dikunjungi.
4. Tambang Hodge Close
Tambang Hodge Close
Tepat berada di jantung Inggris, ini adalah salah satu tempat alam yang mengerikan di bumi. Tambang Hodge Close adalah tambang yang sudah tutup dan baru-baru ini digunakan sebagai tempat menyelam dengan jaringan goa yang hanya bisa dicapai dari luar dengan bagian bawah air yang sudah 'memakan' begitu banyak korban jiwa. Seakan kurang seram, tambang ini diselimuti kabut dingin dengan suhu air rata-rata 6 derajat Celcius. Anehnya, ketika lokasi ini difoto dari atas ketika air surut, tambang ini tampak seperti tengkorak.
5. Namaskaro
Namaskaro
Namaskoro adalah wilayah di Islandia yang terletak di dasar gunung Namatjall (salah satu dari sekian area vulkanik di sana). Faktanya, seluruh area di isini merupakan pusat dari aktivitas panas bumi yang menawarkan pemandangan suram di dunia ini. Ditutupi oleh kolam lumpur didih dengan zat sulfur, tak heran jika tempat ini dipenuhi oleh uap gas vulkanik. Dengan pemandangan mengerikan, Namaskoro bahkan mendapat julukan sebagai Gerbang Menuju Valhalla.
6. Taman Nasional Tsingy de Bemarah
Taman Nasional Tsingy de Bemarah
Taman Nasional Tsingy de Bemaraha di Madagaskar adalah salah satu tempat teraneh di bumi yang ahrus kamu lihat. Seluruh lokasi ini terdiri dari bebatuan menonjol dari tanah yang bahkan sampai setinggi 120 meter. Ratusan bahkan ribuan batu di sini dianggap sebagai pisau cukur tajam yang mengerikan. Berminat untuk melakukan kunjungan di sini?
7. Gletser Perito Moreno
Gletser Perito Moreno
Gletser Perito Moreno ini adalah lembaran es yang memiliki luas hampir 250 kilometer persegi. Menjadi lembaran es dengan puncaknya yang menjulang tinggi dan dikelilingi jurang dalam cukup membuat lokasi ini mencekam. Terdiri dari es, tak heran tempat ini menjadi salah satu sumber air murni terbesar di bumi yang tentunya pasti dingin.
8. Danau Biru
Danau Biru
Danau Biru yang terletak di Rusia. Terdiri dari serangkaian goa-goa di bawah air membuat tempat ini misterius. Apa yang membuatnya menjadi berwarna biru terang bersinar? Tak lain karena tinggi hidrogen sulfida yang terkandung di dalam air. Danau ini dianggap mengerikan karena meski sudah mencapai kedalaman 250 meter, danau itu belum tampak dasarnya. Sehingga banyak orang percaya bahwa dasar danau ini sebetulnya adalah goa juga.
9. Goa Gomantong
Goa Gomantong
Goa Gomantong adalah satu dari sekian jajaran goa di Malaysia yang menjadi rumah dari ratusan kelelawar dan walet. Diperkirakan bahwa lebih dari dua juta kelelawar tinggal di Gomantong. Untuk sampai bagian dalam, kamu harus melewati jutaan populasi kecoa, tikus, bahkan ribuan kelabang yang membuat siapapun bergidik masuk ke dalamnya. Kecuali mungkin Christian Bale saat berkostum Batman.
10. Taman Nasional Madidi
Taman Nasional Madidi
Taman Nasional Madidi meliputi kawasan yang beradai di antara pegunungan Andes dan sungai Tuichi di Bolivia yang seluruh kawasannya beracun. Lokasi ini memang mengerikan karena mereka yang bisa mencapai daerah ini bisa saja dihinggapi oleh larva lalat di tubuh. Bahkan seorang fotografer Joel Sartore yang mendatangi tempat ini pada tahun 1999 langsung didiagnosis mengidap Leishmaniasis, yakni parasit pemakan daging setelah digigit lalat pasir. Membayangkan saja sudah mengerikan.
 
 

24 Binatang Purba Yang Menakjubkan

Kita takkan tahu seperti apa hewan-hewan yang hidup pada ribuan atau jutaan tahun yang lalu, jika saja para ilmuwan tidak menemukan fosil-fosil mereka di berbagai tempat, di berbagai belahan dunia. Dari penemuan-penemuan itu, kita kini tahu bahwa hewan zaman dulu beda dengan hewan masa kini, meski ada pendapat bahwa hewan zaman dulu merupakan nenek moyang hewan masa kini. 
Hollywood beberapa kali membuat film dengan tokoh hewan-hewan purba itu. Sebut saja film berjudul Dinosaur dan The Jurassic Park yang dibuat berseri. Tentu, kesannya hewan-hewan itu ganas dan mengerikan.

Namun demikian, bagi sebagian orang, bahkan ilmuwan, hewan-hewan itu menakjubkan dan tak terbayangkan jika mereka tetap hidup saat ini. Berikut 24 Hewan Purba yang menakjubkan, yang datanya diolah dari berbagai sumber, termasuk dariLiveScience :

1. Dino Turkey

Hewan ini mirip kalkun raksasa, dan juga tidak bisa terbang meski bersayap. Tingginya 2 meter dengan bulu berwarna cerah dan cakar besar seperti cakar burung raksasa. Hewan ini dapat berlari dengan kecepatan hingga 40 kilometer per jam.

Menurut para ilmuwan, hewan bernama latinhagryphus giganteus ini sejenis dinosaurus, namun dari kelompok raptor karena juga merupakan hewan pemakan daging (karnivora).

Fosil Dino Turkey ditemukan di selatan Utah, Amerika. Binatang purba ini diduga "berkelana" ke New Mexico dari tempat asalnya di Kanada, sekitar 75 juta tahun lalu.


2. Plesiosaurus

Reptil laut bertubuh besar dan bernama latinsauropterygian ini hidup di awal periode Jurassic. Keberadaannya diketahui berdasarkan kerangka yang nyaris utuh yang ditemukan di Inggris.

Ketika isu tentang monster di Danau Loch Ness merebak, monster itu sempat diduga merupakan penampakan dari hewan ini, namun para ilmuwan segera membantah karena selain hewan ini telah punah, juga kepalanya lebih kecil dibanding kepala monster Loch Ness yang wujudnya sempat dilihat sejumlah orang, dan bahkan diabadikan dalam sebuah lukisan.

Selain itu, plesiosaurus memiliki leher yang panjang dan ramping, tubuh yang lebar seperti penyu, berekor pendek, dan memiliki dua pasangan "dayung besar" yang bentuknya memanjang.


3. Aerosteon Dinosaur

Hewan ini merupakan keluarga dinosaurus theropoda allosauroid yang hidup pada periode akhir cretaceousdi sebuah wilayah yang kini menjadi negara Argentina. Fosilnya yang diperkirakan berusia 84 juta tahun, ditemukan pada 1996 di Anacleto. Aerosteon dinosaur memiliki beberapa spesies. Salah satunya, dan yang paling dikenal adalah Aerosteon riocoloradensis. Fosilnya ditemukan 1 kilometer di sebelah utara Colorado Río, Provinsi Mendoza.

Aerosteon dinosaur memiliki tinggi 9 meter dan memiliki sistem pernapasan yang mirip sistem pernapasan burung, namun termasuk hewan karnivora.

Nama Aerosteon berasal dari bahasa Yunani, yakni aer yang berarti udara, dan osteonyang berarti tulang.


4. Megapiranha

Ikan karnivora bergigi setajam gergaji ini ditengarai merupakan nenek moyang ikan piranha modern yang hidup di Sungai Amazon, dan hidup pada periode akhir Miosen (antara 8-10 juta tahun lalu).

Hewan dari keluarga characin serrasalmid ini telah punah, dan kala masih eksis, diperkirakan dapat hidup dengan tubuh hingga sepanjang 1 meter, atau empat kali lebih panjang dari ikan piranha modern.

Keberadaan ikan ini diketahui setelah fosilnya ditemukan pada 2009 di Argentina. Meski fosil yang ditemukan tidak dalam keadaan lengkap, namun diyakini bahwa hewan ini mematikan karena memiliki deretan gigi zigzag yang serupa dengan gigi piranha modern. Deretan gigi itu dilengkapi satu baris gigi yang berfungsi untuk memotong mangsanya, dan dua baris gigi yang agaknya berfungsi untuk mengunyah tanaman yang dimakan.


5. Camarasaurus

Nama hewan ini berarti 'kadal bilik' karena tulang hewan ini memiliki ruang berongga. Camarasaurus merupakan keluarga dinosaurus herbivora yang umum disebut dinosaurus sauropoda, dan berkaki empat. fosilnya ditemukan di Formation Morrison of Colorado dan Utah, Amerika Serikat.

Camarasaurus hidup pada periode akhir Jurassic (antara 155 dan 145 juta tahun lalu), dan hidup di wilayah yang kini menjadi Gurun Sahara. Ukuran panjang maksimum tubuhnya sekitar 15 meter dengan tinggi bisa mencapai 23 meter dan berat maksimum 47 ton.

Tengkorak hewan ini melengkung dengan wajah berbetuk persegi dan bermoncong tumpul. Panjang gigi-giginya yang bisa mencapai 19 inci dan berbentuk seperti pahat (spatulate), berderet dengan teratur dan rata pada rahangnya. Sementara tungkai depannya memiliki lima jari dengan cakar yang besar dan tajam.

Sama seperti kebanyakan sauropoda, tungkai depan Camarasaurus lebih pendek dibanding yang belakang. Namun demikian, bahunya justru sedikit miring ke belakang.


6. Mammoth 

Hewan mirip gajah modern ini memiliki "rambut gondrong " yang luar biasa tebal. Hewan ini juga bergading melengkung dan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari mastodon, karena mammoth dapat memiliki tinggi hingga 4 meter dan bobot hingga 12 ton.

Hewan yang dijadikan karakter utama dalam film kartun Ice Age ini punah sekitar 10.000 tahun lalu, dan hingga kini para ilmuwan belum yakin bahwa hewan ini punah akibat perubahan iklim yang ekstrem seperti berakhirnya Zaman Es, atau akibat perburuan oleh manusia. Bahkan ada beberapa ilmuwan yang berpikir bahwa hewan ini punah akibat jatuhnya meteor yang juga diduga menjadi penyebab punahnya dinosaurus.

Mammoth diperkirakan hidup dari periode Pliosen (sekitar 5 juta tahun lalu) hingga periode Holocene (sekitar 4.500 tahun lalu) di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan yang meliputi hingga wilayah Mexico. Mammoth merupakan anggota keluarga Elephantidae yang merupakan nenek moyang gajah modern.


7. Dunkleosteus Terrelli

Para ilmuwan menduga kalau ikan prasejarah ini merupakan raja para binatang yang hidup 400 juta tahun lalu, karena ukurannya yang luar biasa, yakni bisa mencapai panjang 33 meter dan bobot 4 ton, serta dapat memangsa dua ekor hiu modern sekaligus.

Ikan ini merupakan salah satu dari keluargaplacoderma arthrodire terbesar yang pernah hidup pada periode akhir Devon (sekitar 380-360 juta tahun lalu), dan merupakan predator puncak hypercarnivorous.

Dunkleosteus awalnya dimasukkan dalam keluarga dinichthyidae, keluarga yang sebagian besar merupakan arthrodires karnivora seperti gorgonichthys. Namun pendalaman terhadap detil fosil hewan ini yang ditemukan di Amerika Utara, Polandia, Belgia dan Maroko, membuatnya dimasukkan dalam keluarga arthrodire pachyosteomorph.


8. Leviathan Melvillei

Nenek moyang paus modern ini punah sekitar 25 juta tahun lalu. Berbeda dengan paus yang saat ini kita kenal, yang terkesan lembut dan tak berbahaya, Leviathan Melvillei merupakan predator berbahaya dengan gigi-gigi yang mengerikan dan mata besar yang diduga menjadi indera terbaiknya saat berburu mangsa.

Dari fosilnya yang ditemukan dilepas pantai Peru pada Juni 2010, diketahui kalau tengkorak ikan ini memiliki panjang 3 meter, sementara panjang tubuhnya bisa mencapai 18 meter.

Oleh ilmuwan, paus raksasa ini dinamai Leviathan Melvillei, diambil dari nama Herman Melville, penulis novel fiksi Moby Dick. Rahang kiri dan kanannya dilengkapi gigi-gigi yang tajam dan runcing, yang panjangnya mencapai 36 sentimeter, sementara gigi-gigi di rahang depan atas dan depan bawahnya mencapai 12 sentimeter. Hewan ini diduga tak hanya memangsa hewan lain yang selautan dengannya, tetapi juga memangsa sesamanya.


9. Giant Snake

Di banding masa kini, ular prasejarah berukuran jauh lebih besar. Bahkan ukuran ular dalam film "Anaconda" tidak seberapa dibanding ukuran tubuh ular-ular purba tersebut.

Dari fosil yang ditemukan para ilmuwan, diketahui kalau ular purba bisa mencapai panjang 13 meter dan berat 1 ton lebih. Wilayah hidupnya di tempat dimana kini menjadi wilayah Amerika Selatan. Ular-ular ini hidup sekitar 60 juta tahun silam.


10. Aquatic Turtles

Nenek moyang penyu modern ini hidup sekitar 220 juta tahun lalu di perairan yang kini masuk wilayah China.

Tampilan penyu aquatic ini unik, karena meski memiliki cangkang di perut, namun punggungnya "telanjang". Tidak seperti penyu modern yang seluruh tubuhnya dilindungi cangkang, sehingga kaki dan kepalanya bahkan dapat ditarik masuk ke cangkang tersebut.

Seperti halnya kura-kura moden, kura-kura purba bernama latin Odontochelys semitestacea ini juga lebih banyak menghabiskan waktu di air. Mereka berenang-renang dan mencari makan di samudera yang luas.


11. Pseudotoothed Birds 

Bayangkanlah jika burung yang hidup saat ini memiliki tubuh seukuran tubuh pesawat Cessna, pesawat kecil dalam industri pesawat terbang. Mengerikan bukan?

Pseudotoothed Birds hidup di awal periode Paleosen hingga akhir periode Eosen (sekitar 50 juta tahun lalu). Burung raksasa ini diyakini merupakan salah satu nenek moyang burung modern yang kita kenal saat ini, dan hidup di wilayah-wilayah yang kini menjadi wilayah Inggris, namun berkelana hingga wilayah-wilayah yang kini menjadi wilayah Maroko dan Kazakhstan.

Burung dari keluarga Odontopterygiformes ini memiliki kepala dan leher mirip angsa, namun bergigi. Bentangan sayapnya bisa mencapai 2-3 meter. Burung ini diketahui gemar terbang di atas samudera dan juga mencari mangsa di lautan seperti burung camar modern.


12. Hurdia Victoria

Hewan ini termasuk spesies anomalocaridid yang telah punah dan hidup pada periode Cambrian (sekitar 505 juta tahun lalu). Hewan ini diduga kuat merupakan nenek moyang Arthropoda modern dan masih memiliki garis keturunan dengan Anomalocaris.

Hurdia merupakan salah satu organisme kambrium terbesar yang hidup di lautan. Panjangnya bisa mencapai sekitar 50 sentimeter. Kepalanya memiliki sepasang cakar besar dan berduri, yang berfungsi untuk menyekop makanan untuk dimasukkan ke mulutnya.

Hurdia juga memiliki tempurung berongga di depan kepalanya, yang hingga kini masih belum diketahui apa fungsinya, namun diyakini tak dapat dijadikan sebagai alat pertahanan diri karena tempurung berongga tersebut memiliki dasar yang lunak.

Hurdia termasuk hewan predator, atau mungkin juga pemulung. Bentuk cakarnya yang lebih sederhana dibanding Anomalocaris, menunjukkan bahwa hewan ini memangsa korban yang lebih lemah darinya.


13. Limusaurus 


Dari penemuan fosilnya, hewan ini diketahui memiliki tiga jari pada tangannya yang digunakan untuk membantunya berdiri dari posisi berbaring.

Limusaurus termasuk keluarga dinosaurus theropodaherbivora (pemakan tumbuhan) yang hidup pada periode Jurassic, dan hidup di kawasan yang kini menjadi wilayah Asia Timur, termasuk China.

Dari lokasi temuan fosilnya, para ilmuwan menduga kalau ketika jenis hewan ini masih hidup, Asia masih terhubung dengan benua-benua lain, dan belum dipisahkan lautan seperti saat ini.

Yang juga menarik, dari penemuan fosilnya juga muncul dugaan bahwa hewan ini merupakan bentuk transisi dari evolusi keluarga dinosaurus ke bentuk hewan bersayap modern.

Limusaurus bertubuh kecil dan langsing, dengan panjang sekitar 1,7 meter. Penemuan fosil hewan ini merupakan penemuan hewan ceratosaur pertama dari Asia Timur, yang membuka pengetahuan tentang adanya makhluk ini di zaman prasejarah. Sekaligus memberi pengetahuan kalau karakteristik hewan ini memiliki banyak kesamaan dengancoelophysoids dan tetanurans. Bahkan bentuk fisik hewan ini memunculkan kesimpulan bahwa Limusaurus memiliki hubungan genus yang erat dengan Ceratosauria clades danTetanurae.


14. Giganotosaurus

Hewan ini merupakan keluarga dinosaurus pemakan daging dengan tubuh terbesar di zamannya, yakni di akhir periode Mesozoic (sekitar 97 juta tahun lalu). Hewan ini bisa memiliki panjang hingga 55 meter dan berat lebih dari 8 ton. Hewan ini menjelajahi kawasan berawa-rawa yang kini menjadi wilayah Amerika Selatan.

Sebelum fosil hewan ini ditemukan, para ilmuwan meyakini bahwa Tyrannosaurus rex adalah "raja para dinosaurus" karena dinosaurus pemakan daging (karnivora) ini memiliki tubuh paling besar dari semua fosil dinosaurus yang ditemukan sebelumnya.

Giganotosaurus berjalan tegak dengan dua kaki belakang besar dan kuat. Namun demikian, hewan ini diyakini termasuk hewan yang cukup tangkas dalam bergerak karena ekornya yang tipis dan runcing yang ditengarai digunakan untuk mengatur keseimbangan tubuh dan untuk membantunya bergerak dengan cepat. Hewan ini diperkirakan dapat berlari dengan kecepatan 31 meter per jam, relatif cukup cepat untuk hewan berukuran seperti dirinya.


15. Troodon

Inilah keluarga dinosaurus yang dianggap sebagai salah satu jenis dinosaurus yang memiliki otak luar biasa brilian alias amat cerdas. Hewan ini hidup pada akhir periode Cretaceous (sekitar 75-65 juta tahun lalu).

Kecerdasan hewan ini terindetinfikasi dari ukuran otaknya yang luar biasa besar, melebihi otak manusia, namun untuk ukuran tubuh, hewan ini termasuk berukuran mini dibanding jenis dinosaurus yang lain, karena Troodon hanya memiliki panjang 2,4-3,5 meter, tinggi sekitar 1,7 meter dan bobot 55 kilogram.

Troodon (dibaca tro-odon) memiliki leher panjang, gigi gerigi yang tajam, bermata besar yang agak menonjol, dan memiliki lengan panjang yang dapat melipat seperti sayap burung. Ukuran mata hewan ini ditengarai membuat hewan ini memiliki penglihatan yang amat tajam, dan hewan ini juga ditengarai memiliki indera penciuman yang amat baik.

Troodon termasuk predator. Kecerdasan otak, ketajaman penglihatan dan penciumannya, membuat "hewan kecil" ini termasuk yang amat berbahaya di zamannya. Apalagi karena hewan ini dapat berlari dengan sangat cepat. Jika Anda pernah menonton film Jurassic Park, Anda dapat melihat betapa sulitnya untuk lolos dari hewan ini jika telah menjadi target buruannya.

Troodon juga termasuk jenis hewan theropoda. Ada bukti bahwa Dinosaurus "kecil" berbulu ini merawat sendiri anak-anaknya setelah sang anak menetas dari telur, dan jika kepepet, hewan ini bisa saja memakan telur dinosaurus lain.


16. Darwinopterus

Hewan ini merupakan reptil terbang dan merupakan predator di udara. Mangsanya mamalia dan dinosaurus bertubuh kecil.

Darwinopterus hidup pada periode Jurrasic (sekitar 160 juta tahun lalu). Dari 30-40 spesimen yang semuanya ditemukan di Formasi Tiaojishan, China, diketahui kalau hewan ini memiliki tiga spesies yang berbeda, yang dicirikan berdasarkan pada ukuran tubuh dan bentuk giginya. Yakni darwinopterus modularis yang memiliki tengkorak berukuran panjang, darwinopterus linglongtaensis yang memiliki tengkorak yang lebih pendek, dan darwinopterus robustodens yang memiliki gigi amat kuat.

Adanya tiga jenis hewan ini diyakini ilmuwan sebagai pertanda bahwa ketiganya hidup di relung ekologi yang berbeda, dan darwinopterus modularis merupakan hewan dari genus pterosaurus generasi pertama yang kemudian berevolusi menjadi darwinopterus linglongtaensis. dan darwinopterus linglongtaensis berevolusi lagi menjadi darwinopterus robustodens.

Namun demikian, secara umum darwinopterus memiliki ciri khas berupa tulang hidung yang tipis, tulang pinggul yang memanjang (Illium), dan antara gigi yang satu dengan gigi yang lain pada rahang, terdapat jarak, sementara di ujung rahang terdapat gigi yang panjang, lebih panjang dari gigi-gigi yang lain.

Selain itu, hewan ini memiliki tulang tangan yang relatif pendek, bahkan lebih pendek dari tulang paha, namun memiliki ekor yang panjang, dan memiliki lebih dari 20 ruas tulang belakang.


17. European Cave Bears

Meski keluarganya yang hidup di abad modern termasuk hewan pemakan daging (karnivora), beruang yang diduga punah pada 27.500 tahun yang lalu ini merupakan hewan pemakan tumbuhan (herbivora).

Dari fosil yang ditemukan, hewan ini hidup di gua-gua di sepanjang wilayah barat Benua Eropa, dari Spanyol hingga Pegunungan Ural di Rusia. Sebagaimana layaknya hewan purba, European Cane Bears memiliki tubuh teramat besar. Bobotnya bahkan dapat mencapai 1.000 pon atau 2.000 kilogram.

Semula, para pakar paleontologi menduga hewan ini punah sekitar 30.000 tahun yang lalu, namun penggunaan radiokarbon untuk meneliti fosil-fosilnya, menemukan fakta baru bahwa hewan jenis ini punah 3.000 tahun lebih lambat dari perkiraan semula.

Punahnya hewan bernama latin Ursus spelaeus ini akibat perubahan lingkungan yang ekstrim yang memicu datangnya zaman es. Suhu yang turun hingga melampaui titik beku, membuat European Cave Bears kehilangan makanan dan tak dapat bertahan hidup. Selain itu, mereka juga diduga menjadi korban perburuan manusia Neanderthal, manusia purba yang hidup di zaman itu.


18. Giant Ape
Kera purba ini memiliki watak campuran antara gorila dan simpanse. Fosilnya yang ditemukan di Kongo, Afrika, menunjukkan kalau ketika mati, umur kera itu sekitar 200.000 tahun dari sekarang.

Kera purba ini bertubuh luar biasa besar, yakni mencapai tinggi 10 meter saat berdiri, dan memiliki bobot hingga 1.200 pon atau 2.400 kilogram.

Para ilmuwan meyakini, jika mengacu pada penemuan ini, kera raksasa ini lebih dulu ada di Bumi dibanding manusia, karena berdasarkan berbagai artefak dan fosil yang ditemukan yang berkenaan dengan manusia, seperti musik, gambar, jarum dan "alat -alat canggih" lainnya, manusia baru muncul sekitar 50.000 tahun yang lalu.


19. Woolly Rhinoceros
Kerabat badak modern ini diketahui hidup di wilayah yang kini menjadi negara Inggris dan Thuringia Utara di Jerman. Fosilnya antara lain ditemukan di Staffordshire, Inggris, pada 2002.

Berbeda dengan badak modern, badak purba ini memiliki bulu yang amat tebal karena lingkungan di daerah dimana hewan ini hidup, tidak seperti saat ini. Kala itu. jika musim dingin tiba, suhu turun hingga -22 derajat Celcius. Sementara ketika musim panas tiba, udara menjadi begitu kering dan panas, melebihi panasnya udara di abad modern.

Wooly Rhinoceros diduga punah sekitar 42.000 tahun lalu. Dari gigi-giginya yang tajam, hewan ini diduga termasuk hewan karnivora dan masuk golongan predator.

Belum diketahui dengan persis apa penyebab matinya badak-badak purba ini, karena ilmuwan tidak menemukan jejak penyakit atau perburuan pada fosilnya. Diduga, hewan ini mati akibat suatu kejadian yang belum diketahui dipicu oleh apa.


20. Indohyus

Babi India dari keluarga artiodaktil yang telah punah ini hidup di wilayah yang kini menjadi negara India, tepatnya di Pegunungan Himalaya, pada periode Eosen (sekitar 48 jutan tahun lalu). Hewan mirip rusa kecil ini merupakan kerabat dekat ikan paus.

Fosil hewan ini ditemukan di antara batu-batu di Kashmir oleh ahli geologi India A Rao Ranga, dan selama lebih dari 30 tahun dia mencoba membongkar batu-batu itu agar fosil dapat diangkat secara utuh. Sayang, hingga sang imuwan meninggal, usahanya belum selesai.

Istri Rao kemudian menyerahkan penemuan itu kepada Profesor Thewissen, dan saat pengerjaan menyingkirkan batu-batu dilanjutkan, salah seorang teknisi mengalami kejadian yang membuat salah satu tengkorak fosil itu pecah. Dari tengkorak ini mereka menemukan kalau struktur telinga hewan ini terbentuk dari tulang ectotympanic, namun dalam bentuk yang sangat tidak biasa karena mirip tengkorak paus dan Pakicetus.

Dengan ukuran tubuh seperti seekor racoon atau kucing lokal India, ciri-ciri ikan paus yang dimiliki binatang mirip rusa ini menunjukkan tanda-tanda adaptasi terhadap kehidupan di air. Terutama dari lapisan tulangnya yang berat dan tebal, mirip tulang kuda nil modern. Ketebalan dan bobot tulang ini mengurangi daya apung Indohyus, sehingga hewan-hewan ini dapat tinggal di bawah air. Ini menunjukkan strategi bertahan mirip dengan pelanduk Afrika modern atau chevrotain air yang ketika terancam oleh burung pemangsa, menyelam ke dalam air untuk bersembunyi di dasarnya.


21. Glypto Armadillo (Glyptodon)

Kerabat dekat armadillo modern ini hidup pada periode Pleitosan (sekitar 18 juta tahun yang lalu). Ukurannya luar biasa besar, karena panjang tubuhnya bisa lebih dari 3,3 meter, dan berat mencapai 4 ton.

Binatang dari keluarga Glyptodontidae ini mirip kura-kura yang tubuhnya "dikungkung", dan merupakan hewan herbivora. Ia memakan rumput dan tanaman lain yang timbuh di dekat sungai dan aliran air yang kecil.

Cangkang pelindung glyptodon terdiri dari lebih dari lempeng tulang tebal yang disebut osteoderms atau scutes. Setiap spesies hewan ini memiliki pola osteoderm yang berbeda-beda dan unik.

Namun meski cangkang ini merupakan perlindungan lapis baja, glyptodon tidak bisa menarik kepalanya ke dalam, tidak seperti kebanyakan kura-kura. Namun demikian, mereka memiliki pelindung kepala berupa "topi" dari tulang yang berada di atas tengkorak kepala, dan mereka juga memiliki cincin tulang untuk perlindungan.

Hewan ini diketahui hidup di Pegunungan Andes, Chili.


22. Smilodon

Hewan ini sering disebut kucing bertaring tajam, tapi ada yang salah menyebutkannya sebagai harimau bergigi pedang.

Smilodon adalah keluarga machairodonts yang telah punah, dan merupakan hewan endemik Amerika Utara dan Selatan yang hidup pada periode Pleistosen.

Julukan "gigi pedang" mengacu pada gigi taring di rahang atasnya yang ekstra panjang, meski hewan ini sebenarnya tidak memiliki hubungan keluarga dengan harimau yang berasal dari subfamili Pantherinae, sementara Smilodon dari subfamili Machairodontinae.

Keberadaan smilodon dipublikasikan oleh pelukis naturalis yang juga paleontolog Denmark, Peter Wilhelm Lund, pada 1841 setelah dia menemukan sejumlah fosil dari hewan-hewam di gua-gua dekat kota kecil Lagoa Santa, di negara bagian Minas Gerais, Brasil.

Smilodon memiliki beberapa spesies, namun hanya tiga yang diakui berdasarkan bukti genetik yang menunjukkan bahwa anggota genus ini merupakan garis keturunan utama kucing modern (subfamili Felinae).

Yang pertama adalah Smilodon gracilis yang hidup 2,5 juta-500.000 tahun lalu. Ini spesies terkecil dan paling awal, dengan berat antara 55-100 kilogram. Smilodon jenis ini merupakan penerus Megantereon di Amerika Utara, sehingga ada dugaan bahwa Smilodon ini merupakan hasil evolusi Megantereon.

Yang kedua Smilodon fatalis. Hidup antara 1,6 juta-10,000 tahun lalu, dan merupakan hasil evolusi Smilodon gracilis. Dari Amerika Utara dan Selatan, hewan ini "menyerbu" Amerika bagian barat sebagai bagian dari Great American Interchange. Ada yang menganggap Smilodon californicus dan Smilodon floridanus yang tak diakui sebagai spesies smilodon asli, merupakan subspesies dari Smilodon fatalis .

Yang ketiga Smilodon populator. Kucing purba ini hidup antara 1 juta-10.000 tahun lalu di bagian timur Amerika Selatan.

Smilodon rata-rata memiliki bobot sekitar 250 kilogram, namun meski bertaring tajam, Smilodon fatalis memiliki gigitan yang lebih lemah dari singa modern.


23. Haast's Eagle

Hewan dari keluarga Harpagornis moorei ini merupakan spesies elang besar yang pernah hidup di Pulau Selatan Selandia Baru. Mangsanya terutama burung terbang raksasa yang disebut moa, yang tidak dapat mempertahankan diri dari kemampuan terbang elang ini yang bisa mencapai 80 kilometer perjam, dan kekuatan cengkeraman jari-jari kakinya.

Haast's Eagles merupakan elang terbesar yang diketahui pernah hidup di Bumi. Ukuran tubuhnya itu melebihi ukuran burung nasar modern yang terbesar.

Haast's Eagle betina bertubuh lebih besar dari yang jantan. Bobotnya sekitar 10-15 kilogram. Sementara yang jantan "hanya" 9-12 kg. Hewan ini memiliki lebar sayap yang panjangnya proporsional, tetapi relatif pendek untuk ukuran tubuh mereka. Jika diukur, panjang sayapnya 2,6-3 meter.


24. Quetzalcoatlus

Hewan ini merupakan keluarga pterosaurus pterodactyloid yang hidup di Amerika Utara pada akhir periode Maastrichtian (sekitar 23 juta-65,5 juta tahun lalu), dan merupakan salah satu hewan terbang terbesar yang dikenal hingga saat ini.

Hewan ini berleher kaku, namun berparuh sangat tajam. Bentangan sayapnya bisa selebar 10-11 meter. Meski jago terbang, para ilmuwan meyakini bahwa hewan ini tidak mencari mangsa di udara, melainkan di darat. Mangsanya adalah bayi-bayi dinosaurus, termasuk bayi Tyrannosaurus Rex

Saturday, May 18, 2013

Air Kuno 1,5 Miliar Tahun Ini Bisa Ungkap Kehidupan Mars

Air 1,5 Miliar tahunPeneliti kembali menemukan bukti alam yang membantu memahami bagaimana kehidupan di planet lain. Temuan itu berupa air yang terperangkap dalam batuan di perut bumi selama lebih dari satu miliar tahun.

Dilansir Npr, 17 Mei 2013, peneliti menduga, air itu mengandung mikroba yang berevolusi secara mandiri dari permukaan bumi. Sampel yang ditemukan berasal dari lubang dalam perut bumi hasil pengeboran penambang emas di dekat kota kecil Timmins, Ontario, Kanada, sekitar 350 km sebelah utara Toronto.

Sebelumnya kelompok peneliti telah menyelidiki berbagai sampel air dari beberapa pertambangan. Nah, baru-baru ini, peneliti meminta cairan air hasil pengeboran penambang di kota kecil itu.
 
Greg Holland, seorang ahli geokimia di Lancaster University, Inggris, bersama rekannya ingin mendalami berapa lama usia cairan yang terperangkap itu.

Setelah melihat pembusukan atom radioaktif yang ditemukan pada air itu, peneliti menghitung usia air, setidaknya 1,5 miliar tahun. "Ini adalah batas bawah usia," kata Holland. 

Air tersebut diduga telah terperangkap dalam batuan sebelum manusia berevolusi, pterosaurs (reptil terbang yang hidup 220-65 juta tahun lalu), dan kehidupan mahluk banyak sel. 

Holland menambahkan tempat air itu merupakan titik persembunyian air tertua yang pernah ditemukan.

Akibat lempeng tektonik

Lantas, darimana datangnya air bisa sampai ke tempat persembunyian di bawah penambangan emas?

"Cairan yang kita lihat saat ini sebenarnya pelestarian dari laut kuno," jelas Holland.

Disebutkan sekitar 2,7 miliar tahun yang lalu, kota Timmins tampak berbeda. Pada masa laut prasejarah, lempeng tektonik menyebar dan magma mengalir membentuk batuan baru. Karena batuan matang dalam panas dan tekanan, air terperangkap di dalam celah kecil.

"Itu mengakibatkan air tetap terisolasi selama hampir setengah usia Bumi. Ada banyak hidrogen dalam sampel ini," ungkapnya. 

Posisi hidrogen menjadi kunci kehidupan, sebagai makanan beberapa mikroorganisme. Di laut dan tambang Afrika Selatan, telah ditemukan mikroba yang makan hidrogen. "Dan hidrogen bisa menyediakan energi bagi kehidupan agar bertahan dalam isolasi selama 2 miliar tahun," tambah Holland.

Kolega Holland kini sedang menguji sampel air untuk membuktikan adanya mikroba. Jika ditemukan, akan memperjelas evolusi air dari permukaan serta memberikan wawasan unik dalam bentuk kehidupan awal di Bumi.

Sama dengan Ciri Kehidupan Mars

Temuan itu juga merangkai kemungkinan ciri kehidupan yang sama pada Bumi dan Mars.

"Jika anda kembali ke sejarah terawal Bumi dan Mars, sekitar satu miliar tahun pertama setelah permukaan Bumi didinginkan, Bumi dan Mars tampak sangat mirip," jelas Carol Stoker, ilmuwan NASA yang fokus pada pencarian kehidupan Mars.

Kedua planet itu memiliki permukaan laut yang luas dan atmosfer tebal, yang bagus untuk kehidupan. "Logikanya, jika itu terjadi di Bumi, mengapa itu tak terjadi di Mars?" ujarnya.

Meski lingkungan permukaan Mars lebih dingin dan kering, tapi mikroba Mars diduga masih tetap hidup di dalam kerak Mars. 

Seperti halnya air tersebut, mikroba diduga hidup terisolasi.

Monday, May 6, 2013

Gunung yang "Tenggelamkan" Kota Atlantis Kini Bangkit

Batuan cair menggelegak panas di bawah pulau gunung berapi Santorini, di Laut Aegea, Yunani, tempat di mana salah satu erupsi gunung berapi terdahsyat di Bumi terjadi, dalam kurun waktu 10.000 tahun. 

Letusan itu terjadi sekitar 3.600 tahun lalu. Kala itu sekitar tahun 1620 Sebelum Masehi, Santorini meletus dahsyat, memicu tsunami setinggi 12 meter yang menyapu bersih peradaban Minoa di Yunani, dan mungkin telah melahirkan salah satu legenda yang menyandera imaji manusia: misteri kota Atlantis yang hilang. 


Dan, gunung itu kini menunjukan tanda-tanda kebangkitannya. Dalam 1,5 tahun terakhir, kamar magma di bawah pulau gunung berapi itu menggelembung sebesar 20 juta meter kubik atau 15 kali ukuran London Olympic Stadium -yang digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan olimpiade 2012-. Massa magma raksasa juga telah menyebabkan kenaikan pulau setinggi 14 centimeter. Demikian studi terbaru yang dimuat di jurnal Nature Geoscience.

Penelitian terbaru ini menindaklanjuti laporan sebelumnya, yang juga dikeluarkan tahun ini, yang menyatakan kebangkitan aktivitas gempa baru di bawah gunung berapi, setelah ia diam dan tenang selama 25 tahun terakhir.

Laporan tersebut menimbulkan kekhawatiran, gunung itu bisa meletus dalam waktu dekat, meski kapan persisnya itu bakal terjadi, belum bisa dipastikan. 


"Sebelumnya kami sama sekali tidah tahu perilaku gunung api itu selama periode jeda antar erupsi," kata David Pyle, peneliti Oxford University dan salah satu penulis laporan kepada situs sains Our Amazing Planet. "Saat ini, sepertinya ruang magma di bawah gunung berapi seperti Santorini tumbuh makin besar." 

Saat meletus 1620 SM, gunung itu merusak peradaban di Laut Aegea, menghancurkan pulau-pulau di sekitarnya. Dari atas udara, kawah bekas letusannya kini hanya berupa wilayah kecil di antara koleksi pulau-pulau besar Yunani di Laut Aegea. 

Awal tahun ini, sensor global positioning system (GPS) yang dipasang di kaldera mendeteksi pergerakan baru mengukur serangkaian gempa bumi kecil.

Aktivitas seismik diyakini bisa memicu erupsi, dan sering menjadi pertanda bahwa sebuah gunung sedang bersiap untuk meletus dalam waktu relatif dekat. Namun, yang membingungkan, alih-alih naik, aktivitas seismik justru menurun drastis dalam waktu beberapa bulan. 

Bagaimana jika Santorini kembali meletus? Apakah efeknya akan sama mengerikannya seperti di masa lalu?

Menurut para peneliti, tragedi yang sama tidak akan berulang kembali. Apalagi sampai menyapu perabadan seperti di era Minoa. Sebab, ukurannya jauh lebih kecil. 

"Santorini memang terkenal dengan letusan dahsyatnya di masa lalu. Namun erupsi sebesar itu mungkin hanya terjadi tiap 20.000 tahun," kata Pyle. Meski demikian, para ahli memperingatkan, gunung api itu wajib untuk terus diawasi. 


Kaitan dengan Atlantis


Masih terkait letusan Santorini di masa lalu, ada banyak spekulasi tentang kaitannya dengan legenda Atlantis, yang menurut Plato, tenggelam di dasar lautan.

Meski sebagian ilmuwan berpikir, itu hanya sekedar cerita yang dibuat-buat, lainnya berpendapat, cerita soal letusan gunung itu mungkin membangkitkan kisah tentang sebuah kerajaan yang hilang, tentang peradaban Minoa yang nyata pernah hidup dan berkembang di Mediterania.

Seperti diungkap Plato dalam "Timaeus" dan "Critias" , Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules". 

Pulau berperadaban maju itu memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra. "Hanya dalam waktu satu hari satu malam".

Sejumlah spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut ia tenggelam di Kepulauan Mediterania, Gurun Sahara, Amerika Tengah, Antartika, Spanyol, bahkan Indonesia.