Saturday, April 14, 2012

4 Alasan Kenapa Facebook Membeli Instagram

Nilai pembelian Instagram oleh Facebook yang sangat fantastis, Rp 9 triliun, menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya adalah untuk apa Facebook membeli Instagram. Instagram adalah aplikasi untuk mengedit foto dengan beragam pilihan filter dan efek kemudian hasilnya dibagikan dalam jejaring sosial sangat populer di kalangan pengguna smartphone saat ini.

Sejak dirilis Januari 2011, Instagram yang awalnya hanya tersedia untuk platform iOS, iPhone, telah berhasil menarik minat sekitar 50 juta pengguna. Jumlah pengguna terus berlipat sejak Instagram juga tersedia untuk platform Android minggu lalu dengan pertambahan pengguna mencapai 1 juta pengguna setiap 24 jam.

Inilah alasan Facebook mau menggelontorkan dana yang sangat besar untuk membeli Instagram:

1. User
Instagram saat ini telah memiliki lebih dari 30 juta pengguna dan bertambah terus sejak versi untuk Android dirilis. Meski sudah memiliki 850 juta pengguna, Facebook tetap melihat Instagram sangat berpotensi menambah jumlah pengguna Facebook.

2. Mobile
Alasan nomor dua ini bisa jadi adalah alasan utama Facebook membeli Instagram. Meski hanya berkutat di mobile, pengguna Instagram bisa disebut sangat banyak. Facebook pun sebenarnya memiliki basis pengguna mobile yang sangat besar. Tapi ada satu yang tak dimiliki oleh Facebook, yaitu kemudahan meng-upload foto atau mobile uploading.

Di Instagram, orang bisa dengan sangat gampang, hanya 6 langkah, untuk meng-upload sebuah foto beserta filter-filternya. Bandingkan dengan di Facebook yang perlu 10 langkah untuk meng-upload foto, itu tanpa ada langkah penambahan filter dan editing di foto.

3. Bersaing dengan Google dan Twitter
Alasan lain yang membuat Facebook mengakuisisi Instagram adalah demi mendahului gerak dua pesaingnya, yaitu Google dan Twitter. Twitter adalah pesaing kuat Facebook di bisnis jejaring sosial. Meski hanya mengandalkan teks, Twitter memiliki basis pengguna yang sangat kuat.

Sedangkan Google, meski belum bertaring dengan Google+, tetap dipandang Facebook sebagai pesaing utama karena produk-produk hebat lainnya, seperti mesin pencari, Gmail, YouTube, dan lainnya. Google yang memiliki dana yang tak terbatas disebut tertarik membeli Instagram. Inilah yang membuat Facebook buru-buru mengambilalih Instagram.

4. Data
Instagram telah memiliki 30 juta pengguna yang telah meng-upload lebih dari 100 juta foto yang berisi data geotagging dan bisa juga data personal. Inilah sepertinya yang juga diincar oleh Facebook. Facebook memang memerlukan data tersebut untuk berbagai keperluan, salah satunya untuk kepentingan pengiklan.

sumber : kompas

Diakuisisi Facebook, Duo Pendiri Instagram Jadi Milyader



Setelah Instagram diakuisisi oleh Facebook dengan nilai Rp 9 triliun, dua orang pendiri Instagram   pun otomatis menjadi miliuner baru. Keduanya adalah Kevin Systrom dan Mike Krieger.


Dikutip dari Daily Mail, Systrom dikabarkan punya 40 persen saham Instagram sehingga ia berhak atas 400 juta dollar AS atau Rp 3,64 triliun. Kemudian, Krieger memiliki 10 persen saham sehingga dia meraup uang 100 juta dollar AS atau Rp 910 miliar.

Sisanya akan dimiliki oleh dua perusahaan yang berinvestasi di Instagram, yakni Benchmark Capital dan Baseline Ventures.

Sempat diajak ke Facebook
Meski keduanya membangun Instagram bersama-sama, Systrom bisa disebut sebagai otak di balik kesuksesan aplikasi editing dan sharing foto tersebut.

Sejak kuliah, Systrom sudah jatuh cinta dengan dunia fotografi. Karena kecintaannya pada fotografi, pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg sempat mengajaknya bergabung di Facebook pada 2004 untuk mengembangkan fitur foto. 

Namun, Systrom menolak tawaran itu lantaran ingin menyelesaikan kuliah dan tak mau bernasib sama seperti Zuckerberg yang drop out dari Harvard University untuk mendirikan Facebook.

"Sayangnya, saya memutuskan untuk tetap bersekolah," ungkap Systrom mengenang pertemuan itu.

Setelah lulus, Systrom bekerja di Google dan mengurusi Google Mail. Setelah itu, ia mendirikanstart-up yang menciptakan Burbn, sebuah aplikasi berbasis lokasi khusus Twitter. Pendiri Twitter, Jack Dorsey, pun tertarik dengan Burbn sehingga ia menginvestasikan uangnya di start-up itu.

Pertemuan Kevin Systrom dengan Mike Krieger
Kevin Systrom dan mitranya Mike Krieger sama-sama alumni Stanford University, California, Amerika Serikat, tetapi mereka tak pernah bertemu di kampus. 

Mereka baru saling mengenal setelah lulus kuliah dalam program Fellows Mayfield, sebuah program dari Stanford yang mengajarkan lulusannya untuk berbisnis.

Keduanya saling berbincang dan bertukar ide. Dan, pada Oktober 2010, mereka sepakat mendirikan aplikasi editing dan sharing foto, yang diberi nama Instagram.

Tanggal 6 Oktober 2010 menjadi momen penting karena Instagram resmi dirilis di toko aplikasi Apple App Store. Sejak saat itu hingga 18 bulan ke depannya, Instagram eksklusif untuk perangkat berbasis iOS, yakni iPhone, iPad, dan iPod Touch.

Pada awal 2011, Instagram sudah memperoleh dana investasi dari Benchmark Capital sebesar 7 juta dollar AS, yang meningkatkan nilai perusahaan menjadi 25 juta dollar AS. Selanjutnya, Instagram kembali mendapat investasi dari Baseline Ventures sebesar 500.000 dollar AS.

Pada 3 April 2012, Instagram resmi meluncur untuk platform Android. Tak selang sepekan, start-up kecil yang diasuh 13 karyawan ini diakuisisi oleh raksasa jejaring sosial Facebook. Nilai akuisisinya mencapai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 9,1 triliun.

sumber: wikipedia